HUBUNGAN POLA MAKAN DAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA SISWA KELAS X-XI DI SMA NEGERI 109 JAKARTA

Bill Joses, Bill (2023) HUBUNGAN POLA MAKAN DAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA SISWA KELAS X-XI DI SMA NEGERI 109 JAKARTA. Skripsi thesis, Universitas Sahid Jakarta.

[img] Text
Bill.pdf

Download (305kB)

Abstract

HUBUNGAN POLA MAKAN DAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA SISWA KELAS X-XI DI SMA NEGERI 109 JAKARTA Bill Joses1* 1Program Studi Gizi, Fakultas Teknologi Pangan dan Kesehatan, Universitas Sahid, Jakarta ABSTRAK: Pola makan dapat berperan sebagai salah satu faktor resiko terjadinya kejadian hipertensi. Hipertensi dapat dialami banyak kalangan usia mulai remaja sampai dengan dewasa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola makan, dan status gizi terhadap kejadian hipertensi pada siswa remaja. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study. Dilakukan di SMAN 109 Jakarta. Sampel diambil dengan simple random sampling sebanyak 51 siswa/i kelas X-XI SMAN 109 Jakarta. Hasil analisis korelasi didapati tidak terdapat hubungan antara status gizi, kebiasaan makan, frekuensi makan dengan kejadian hipertensi (p-value>0,05), namun terdapat hubungan antara frekuensi makan sumber protein yaitu daging kambing dan lemak yaitu jeroan dengan kejadian hipertensi (p-value<0,05). Tidak terdapat hubungan asupan zat gizi dan tingkat kecukupan gizi dengan kejadian hipertensi. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan status gizi, kebiasaan makan, tingkat asupan zat gizi dan tingkat kecukupan gizi terhadap kejadian hipertensi namun terdapat hubungan antara frekuensi makan daging kambing dan jeroan terhadap kejadian hipertensi. Saran pada penelitian ini diharapkan remaja dapat melakukan pembatasan konsumsi daging kambing dan jeroan serta sekolah lebih memperhatikan pangan jajan anak sekolah (PJAS). Kata Kunci: Pola Makan, Kejadian Hipertensi, Status Gizi ABSTRACT: Diet can play a role as a risk factor for the occurrence of hypertension. Hypertension can be experienced by many age groups from teenagers to adults. The purpose of this study was to determine the relationship between diet and nutritional status on the incidence of hypertension in adolescent students. This study used a cross-sectional study design. Conducted at SMAN 109 Jakarta. Samples were taken by simple random sampling of 51 students of class X-XI SMAN 109 Jakarta. The results of the correlation analysis found that there was no relationship between nutritional status, eating habits, eating frequency and the incidence of hypertension (p-value> 0.05), but there was a relationship between the frequency of eating protein sources, namely mutton and fat, namely offal, with the incidence of hypertension (p -value<0.05). There is no relationship between nutrient intake and nutritional adequacy level with the incidence of hypertension. Based on this study, it can be 20 concluded that there is no relationship between nutritional status, eating habits, level of nutrient intake, and level of nutritional adequacy with the incidence of hypertension, but there is a relationship between the frequency of eating mutton and offal on the incidence of hypertension. Suggestions in this study are that teenagers can limit the consumption of mutton and offal and that schools pay more attention to school children's snack foods (PJAS). Keywords : Diet, Hypertension Incidence, Nutritional Status PENDAHULUAN Pandemi COVID-19 telah melanda seluruh dunia termasuk Indonesia sejak tahun 2020. Dalam kondisi seperti ini, konsumsi makanan yang bergizi baik, buah dan sayur diharapkan lebih meningkat karena memiliki kandungan gizi yang baik untuk meningkatkan imunitas terlebih pada kelompok pelajar usia produktif, karena usia produktif memiliki aktivitas yang tinggi dengan resiko yang besar terpapar virus terutama saat beraktivitas diluar rumah, selain menjaga diri dari resiko tertular, pelajar merupakan usia produktif juga perlu untuk meningkatkan imunitas melalui konsumsi makanan bergizi termasuk didalamnya yaitu mengonsumsi buah dan sayur. Didalam buah dan sayur terkandung berbagai macam jenis vitamin, mineral, dan serat pangan yang baik bagi tubuh (Prasetija 2021). Pola makan dapat berperan sebagai salah satu faktor resiko terjadinya kejadian hipertensi. Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah sistolik sekitar 140 mmHg atau tekanan diastolik sekitar 90 mmHg (Nurarif et al. 2015). Hipertensi merupakan masalah yang perlu diwaspadai, karena tidak ada tanda gejala khusus pada penyakit hipertensi dan beberapa orang masih merasa sehat untuk beraktivitas seperti biasanya. Hal ini yang membuat hipertensi sebagai silent killer (Kemenkes RI 2018), orang-orang akan tersadar memiliki penyakit hipertensi ketika gejala yang dirasakan semakin parah dan memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan. Gejala yang sering dikeluhkan penderita hipertensi adalah sakit kepala, pusing, lemas, kelelahan, sesak nafas, gelisah, mual, muntah, epistaksis, dan kesadaran menurut (Nurarif et al. 2015). Hipertensi terjadi karena disebabkan oleh faktor-faktor resiko. Faktor-faktor resiko yang menyebabkan hipertensi adalah umur, jenis kelamin, obesitas, alkohol, genetik, stres, asupan garam, merokok, pola aktivitas fisik, penyakit ginjal dan diabetes melitus (Sinubu R.B., 2015). Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2015 menunjukan satu milyar orang di dunia mengalami hipertensi berada di negara berkembang. Jumlah prevalensi penderita hipertensi terus meningkat setiap tahunnya, diperkirakan pada tahun 2025 akan ada 1,5 miliar orang yang akan mengalami hipertensi, dan diperkirakan setiap tahunnya 10,44 juta orang meninggal akibat hipertensi dan komplikasinya (Kemenkes RI 2019). Menurut (Kemenkes 2018) hasil pengukuran tekanan darah pada penduduk prevalensi penderita hipertensi di Indonesia adalah sekitar 34,1%, sedangkan pada tahun 2013 hasil prevalensi penderita hipertensi di Indonesia adalah sekitar 25,8%. Hasil prevalensi dari pengukuran tekanan darah tahun 2013 hingga tahun 2018 dapat dikatakan mengalami peningkatan yaitu sekitar 8,3%, dari data tersebut juga menyatakan bahwa prevalensi hasil pengukuran pada penderita 21 hipertensi terdapat pada provinsi DKI Jakarta berdasarkan kelompok umur ≥ 18 prevalensi penderita sekitar 0,12%. Menurut data dari riskesdas tahun 2018 (Kemenkes 2018) kejadian hipertensi pada penduduk umur ≥ 18 tahun merupakan hal yang sering ditemukan yaitu sebagian besarnya orang-orang usia produktif atau remaja berisiko terkena hipertensi. Hipertensi pada penduduk umur ≥ 18 tahun disebabkan oleh pola makan yang tidak teratur atau berlebihan, faktor lain yang menyebabkan terjadinya hipertensi pada penduduk umur ≥ 18 tahun gaya hidup yang tidak sehat, seperti konsumsi junkfood, rokok, alkohol, dan olahraga yang kurang. Pada makanan junkfood yang tinggi kalori, tinggi lemak, rendah serat, dan tinggi natrium atau garam (Ridwan dan Nurwanti 2016). Tinggi lemak dan natrium atau garam merupakan salah satu faktor penyebab hipertensi, kemudian pada rokok terdapat kandungan nikotin yang memicu kelenjar adrenal melepaskan epinefrin atau adrenalin menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah dan membuat jantung memompa lebih berat karena tekanan yang lebih tinggi (Andrea 2013). Merubah gaya hidup pada usia produktif saja tidak dapat dilakukan sendiri, keluarga memiliki peran penting dalam mengubah gaya hidup usia produktif. (Nim et al. 2015). Dari hal-hal yang telah diuraikan diatas diharapkan remaja di Indonesia lebih memperhatikan kembali pola makan agar menurunnya prevalensi kejadian hipertensi pada remaja. Sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai hubungan pola makan dan status gizi terhadap kejadian hipertensi pada siswa SMA dengan judul penelitian “Hubungan Pola Makan dan Status Gizi dengan Hipertensi Pada Siswa Kelas X-XI di SMA Negeri 109 Jakarta”.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: T Technology > TP Chemical technology
Divisions: Fakultas Teknologi Pangan dan Kesehatan > Ilmu Gizi
Depositing User: sis gunawan usahid
Date Deposited: 18 Jan 2023 07:40
Last Modified: 18 Jan 2023 07:40
URI: http://repository.usahid.ac.id/id/eprint/2305

Actions (login required)

View Item View Item